Kamis, 15 Maret 2012
Senin, 12 Desember 2011
Jadwal Tugas dan pelayanan
Tugas Bulan Desember :
24 Malam Natal Pukul 21.000 bertempat di gereja Kumetiran
28 Desember 2011 Pukul 10.00 Manten, tempat di gereja Kumetiran
28 Desember 2011 Puklu 16.00 Kroncongan do Mbanyumili (diundang mantang GC dan Pempar)
Bulan Januari 2012
6 Januari pukul 19.00 Natalan di Kepatihan
8 Januari Manten Keroncongan di gereja Kumetiran (jam nya belum tau)
14 Januari Natalan di UKDW pukul 18.00
18 Januari 20th perkawinan di Gowok (jam belum tau)
24 Malam Natal Pukul 21.000 bertempat di gereja Kumetiran
28 Desember 2011 Pukul 10.00 Manten, tempat di gereja Kumetiran
28 Desember 2011 Puklu 16.00 Kroncongan do Mbanyumili (diundang mantang GC dan Pempar)
Bulan Januari 2012
6 Januari pukul 19.00 Natalan di Kepatihan
8 Januari Manten Keroncongan di gereja Kumetiran (jam nya belum tau)
14 Januari Natalan di UKDW pukul 18.00
18 Januari 20th perkawinan di Gowok (jam belum tau)
Selasa, 27 September 2011
Tugas bulan oktober
Tugas bulan Oktober 2011
(9/10) Misa keroncong hari minggu pukul 08.00
(30/10) Misa penutupan novena HUT G.Kumetiran pukul 17.00
Latihan hari selasa dan hari jumat pukul 18.30-19.30 thit..
(9/10) Misa keroncong hari minggu pukul 08.00
(30/10) Misa penutupan novena HUT G.Kumetiran pukul 17.00
Latihan hari selasa dan hari jumat pukul 18.30-19.30 thit..
Selasa, 20 September 2011
Kepengurusan GC 2011
• Koordinator : Maria Purnamia
• Sekretaris : FX. Galih Wira Hadi
• Bendahara : Catharina Renny
• Pelatih : Antonius Widyarto
• Teks : Maria Citra + Vesa Astuti
• Humas : Stevanus Prasetyo
• Penasihat : Eufrasia Susan
• Kostum : mba vero + Damiana Sapta Candrasari+mba tantri
• Seksi Usaha : Theodosia Aniek,,mba leny,(membantu dalam pengadaan dana)
• Seksi latian : mas ipam ,,mba opy
• Seksi Job : Anastasia Melani
♪
♫Sumbangankan tenaga bagi gereja"
• Sekretaris : FX. Galih Wira Hadi
• Bendahara : Catharina Renny
• Pelatih : Antonius Widyarto
• Teks : Maria Citra + Vesa Astuti
• Humas : Stevanus Prasetyo
• Penasihat : Eufrasia Susan
• Kostum : mba vero + Damiana Sapta Candrasari+mba tantri
• Seksi Usaha : Theodosia Aniek,,mba leny,(membantu dalam pengadaan dana)
• Seksi latian : mas ipam ,,mba opy
• Seksi Job : Anastasia Melani
♪
♫Sumbangankan tenaga bagi gereja"
Rabu, 14 September 2011
Hymne Gregorius Caecilia
HYMNE GREGORIUS CAECILIA
(words and music : Theo Sunu Widodo)
Bersatu sejiwa didalam berkarya
Gregorius Caecilia berbakti setia
Berpadu suara memuliakan Tuhan
Sumbangkan tenaga bagi gereja
Walaupun syair lagunya pendek, namun tersembunyi sebuah pesan yang begitu indah. Indah jika kita mampu melakukan dengan perbuatan yang nyata. Dari hati, tak memandang kekurangan dan kelebihan orang lain. Tak memandang setiap kesalahan, keburukan orang lain. Semua bersatu sejiwa, tak memandang siapa yang paling benar dan pinter. Semua bersatu didalam karya.
Berbakti setia... Setia itulah kata yang sangat sulit dilakukan. Kesetiaan itu menuntun pengorbanan. Dan tak semua orang mau berkorban untuk tenaga, waktu dan perasaan. Banyak yang satu persatu layu dalam memperjuangkan kata berbakti setia. Setia kepada orang yang kuat dan berkuasa itu lebih mudah daripada setia kepada teman yang namanya jelek dan dimusuhi banyak orang. Namun kesetiaan ini dibutuhkan seseorang untuk tetap bertahan pada cita-citanya. Kesetiaan dalam memperjuangkan cita-cita, untuk selalu berpadu suara untuk memuliakan Tuhan. Siapa yang melatih? Siapa yang menjadi koordinator? Rasanya tak mempengaruhi dan mengurangi kesetiaan dalam berpadu suara memuliakan Tuhan. Karena kita bernyanyi bukan untuk si x, si y atau si z, semua kita kembalikan untuk memuji dan menyembah Dia.
Semua telah diberikan cuma-cuma olehNya, termasuk suara kita. Sudah sewajarnya kita berterima kasih kepadaNya dengan mengidungkan kidung pujian dengan suara dan hati kita.
(words and music : Theo Sunu Widodo)
Bersatu sejiwa didalam berkarya
Gregorius Caecilia berbakti setia
Berpadu suara memuliakan Tuhan
Sumbangkan tenaga bagi gereja
Walaupun syair lagunya pendek, namun tersembunyi sebuah pesan yang begitu indah. Indah jika kita mampu melakukan dengan perbuatan yang nyata. Dari hati, tak memandang kekurangan dan kelebihan orang lain. Tak memandang setiap kesalahan, keburukan orang lain. Semua bersatu sejiwa, tak memandang siapa yang paling benar dan pinter. Semua bersatu didalam karya.
Berbakti setia... Setia itulah kata yang sangat sulit dilakukan. Kesetiaan itu menuntun pengorbanan. Dan tak semua orang mau berkorban untuk tenaga, waktu dan perasaan. Banyak yang satu persatu layu dalam memperjuangkan kata berbakti setia. Setia kepada orang yang kuat dan berkuasa itu lebih mudah daripada setia kepada teman yang namanya jelek dan dimusuhi banyak orang. Namun kesetiaan ini dibutuhkan seseorang untuk tetap bertahan pada cita-citanya. Kesetiaan dalam memperjuangkan cita-cita, untuk selalu berpadu suara untuk memuliakan Tuhan. Siapa yang melatih? Siapa yang menjadi koordinator? Rasanya tak mempengaruhi dan mengurangi kesetiaan dalam berpadu suara memuliakan Tuhan. Karena kita bernyanyi bukan untuk si x, si y atau si z, semua kita kembalikan untuk memuji dan menyembah Dia.
Semua telah diberikan cuma-cuma olehNya, termasuk suara kita. Sudah sewajarnya kita berterima kasih kepadaNya dengan mengidungkan kidung pujian dengan suara dan hati kita.
“Mari bernyanyi bersama tuk muliakan namaNya"
Bernaung dibawah nama besar Santo Gregorius dan Santa Caecillia,kor yang dibentuk sejak tahun 1975 ini lebih dikenal dengan sebutan GC.Gaungnya tak hanya terdengar di paroki Kumetiran saja,tapi juga di paroki-paroki lain.GC adalah Kor Paroki Kumetiran.Bukan hanya kor yang berlatih di gereja Kumetiran,tapi adalah kor resmi milik paroki.Keberadaan,tugas,hak dan kewajibannya tercantum dalam struktur Dewan Paroki.
Belum banyak yang mengetahui bahwa tugas yang diemban GC sebagai kor paroki sangat banyak dan berat.Salah satunya adalah tugas GC sebagai “ban serep” bagi kor lingkungan atau wilayah yang tidak bisa memenuhi tugas.Selain tugas misa mingguan,GC juga selalu bertugas pada tiap-tiap misa besar atau hari raya gereja.Hal ini sudah dijalani sejak pertama kali GC dibentuk.Anggotanya sendiri sering kali diminta untuk membantu lingkungan-lingkungan,terutama saat menghadapi tugas misa hari raya.Banyak juga umat yang minta bantuan GC untuk menyanyi dalam misa peringatan arwah maupun manten.Dan GC tidak pernah sekalipun memasang “harga”,karena sadar akan tugasnya sebagai kor paroki dan bukan kor “profesional”.
Tapi ironisnya,seiring bertambahnya usia,gaung yang terdengar di sejumlah paroki lain bahkan di luar Keuskupan Agung Semarang ini berimbang pula dengan “image negatif” yang sudah terlanjur melekat pada tubuh GC itu sendiri sejak dibentuk.Bahkan ada yang masih saja mempertanyakan “apa’ dan “siapa” GC itu.
Dalam perkembangannya,terutama akhir-akhir ini,semakin banyak berita “miring” yang menerpa GC tanpa tahu kebenarannya.Ada yang menilai bahwa GC itu adalah kor “mahal”.Dan bahkan ada yang mengatakan bahwa anggotanya “dibayar” saat tugas-tugas besar seperti Natal dan Paskah.Benar-benar berita yang sangat jauh dari kenyataan.Entah darimana berita itu berasal dan beredar,yang jelas hal tersebut membuat banyak kalangan umat terutama pemuda dan pemudi menjadi “antipati” dengan GC.Sehingga mengakibatkan kondisi keanggotaan GC saat ini sungguh sangat memprihatinkan.Bahkan ada orang tua yang dengan tegas melarang anaknya untuk bergabung dengan GC hanya karena rasa tidak sukanya terhadap “orang tertentu”.
Anggota GC yang ada sekarang ini hanyalah segelintir orang yang benar-benar ingin memuliakan Tuhan dengan tulus,tanpa membeda-bedakan dan tanpa pamrih.Tetap setia dalam tugas dan pelayanan.Tertuang dalam Hymne yang diangkat sebagai perwakilan semangat memuliakan Tuhan lewat suara.
Bersatu sejiwa didalam berkarya
Gregorius Caecillia berbakti setia
Berpadu suara memuliakan Tuhan
Sumbangkan tenaga bagi Gereja
Vivi (Demakan) yang bergabung di GC kurang lebih 1 tahun ini.Tertarik dengan GC karena ingin mempelajari hal-hal baru.Menurutnya dalam kondisi yang “dipepet” tetap tidak putus asa,tetap semangat untuk meluhurkan namaNya.Reni ( Sutodirjan ) menuturkan, ”GC yang sekarang ini adalah GC yang sebenarnya,ditengah ketidakyakinan pihak tertentu,GC tetap tidak pudar dan bersemangat untuk melayani Tuhan dengan tanpa imbalan.GC yang minor ini justru menggambarkan GC yang sederhana,seperti Yesus ”.”Awalnya diajak teman GC yang aktif bantuin Gampingan waktu tugas manten atau EKM”,ujar Galih ( Gampingan).Menurutnya kondisi keanggotaan GC saat ini sama prihatinnya dengan komunitas lain di paroki ini,banyak yang hanya jadi “penonton” saja.
“Prihatin”,itulah gambaran yang diungkapkan Wahyu (Demakan), mantan penjaga “gawang” kor paroki ini.Ia menghimbau agar umat juga jangan menyebarkan berita yang belum tentu benar tentang GC.Demikian juga dengan Susan (Notoyudan) yang aktif sejak tahun 1996.”Banyak hal yang luar biasa.Tambah ilmu dan persaudaraan yang hebat.Itu yang membuatku bertahan sampai sekarang.GC I love U Full”,katanya bersemangat.Tantri (Tegalrejo 3) mengungkapkan ketertarikannya dengan GC karena keluarganya sejak dulu juga aktif di GC.”Sudah turun-temurun,dan bisa jadi ajang belajar nyanyi lho”,ungkapnya.
Bagi umat yang ingin bergabung,”Ayo”,jangan sungkan dan ragu.Langsung saja datang pada saat latihan di panti kor gereja.Setiap hari Jumat pukul 18.30 WIB(jika banyak tugas ditambah hari Selasa dan Minggu).Tidak ada kriteria khusus apalagi “audisi” untuk jadi anggota GC.Yang penting ada niat dan keinginan untuk belajar bersama.Pasti akan selalu diterima dengan tangan terbuka.Mari bersama melayani sesama dan Tuhan lewat nyanyian.Mari belajar dan berkarya bersama di dalam namaNya.Berkah Dalem Kristus.(agt)
Belum banyak yang mengetahui bahwa tugas yang diemban GC sebagai kor paroki sangat banyak dan berat.Salah satunya adalah tugas GC sebagai “ban serep” bagi kor lingkungan atau wilayah yang tidak bisa memenuhi tugas.Selain tugas misa mingguan,GC juga selalu bertugas pada tiap-tiap misa besar atau hari raya gereja.Hal ini sudah dijalani sejak pertama kali GC dibentuk.Anggotanya sendiri sering kali diminta untuk membantu lingkungan-lingkungan,terutama saat menghadapi tugas misa hari raya.Banyak juga umat yang minta bantuan GC untuk menyanyi dalam misa peringatan arwah maupun manten.Dan GC tidak pernah sekalipun memasang “harga”,karena sadar akan tugasnya sebagai kor paroki dan bukan kor “profesional”.
Tapi ironisnya,seiring bertambahnya usia,gaung yang terdengar di sejumlah paroki lain bahkan di luar Keuskupan Agung Semarang ini berimbang pula dengan “image negatif” yang sudah terlanjur melekat pada tubuh GC itu sendiri sejak dibentuk.Bahkan ada yang masih saja mempertanyakan “apa’ dan “siapa” GC itu.
Dalam perkembangannya,terutama akhir-akhir ini,semakin banyak berita “miring” yang menerpa GC tanpa tahu kebenarannya.Ada yang menilai bahwa GC itu adalah kor “mahal”.Dan bahkan ada yang mengatakan bahwa anggotanya “dibayar” saat tugas-tugas besar seperti Natal dan Paskah.Benar-benar berita yang sangat jauh dari kenyataan.Entah darimana berita itu berasal dan beredar,yang jelas hal tersebut membuat banyak kalangan umat terutama pemuda dan pemudi menjadi “antipati” dengan GC.Sehingga mengakibatkan kondisi keanggotaan GC saat ini sungguh sangat memprihatinkan.Bahkan ada orang tua yang dengan tegas melarang anaknya untuk bergabung dengan GC hanya karena rasa tidak sukanya terhadap “orang tertentu”.
Anggota GC yang ada sekarang ini hanyalah segelintir orang yang benar-benar ingin memuliakan Tuhan dengan tulus,tanpa membeda-bedakan dan tanpa pamrih.Tetap setia dalam tugas dan pelayanan.Tertuang dalam Hymne yang diangkat sebagai perwakilan semangat memuliakan Tuhan lewat suara.
Bersatu sejiwa didalam berkarya
Gregorius Caecillia berbakti setia
Berpadu suara memuliakan Tuhan
Sumbangkan tenaga bagi Gereja
Vivi (Demakan) yang bergabung di GC kurang lebih 1 tahun ini.Tertarik dengan GC karena ingin mempelajari hal-hal baru.Menurutnya dalam kondisi yang “dipepet” tetap tidak putus asa,tetap semangat untuk meluhurkan namaNya.Reni ( Sutodirjan ) menuturkan, ”GC yang sekarang ini adalah GC yang sebenarnya,ditengah ketidakyakinan pihak tertentu,GC tetap tidak pudar dan bersemangat untuk melayani Tuhan dengan tanpa imbalan.GC yang minor ini justru menggambarkan GC yang sederhana,seperti Yesus ”.”Awalnya diajak teman GC yang aktif bantuin Gampingan waktu tugas manten atau EKM”,ujar Galih ( Gampingan).Menurutnya kondisi keanggotaan GC saat ini sama prihatinnya dengan komunitas lain di paroki ini,banyak yang hanya jadi “penonton” saja.
“Prihatin”,itulah gambaran yang diungkapkan Wahyu (Demakan), mantan penjaga “gawang” kor paroki ini.Ia menghimbau agar umat juga jangan menyebarkan berita yang belum tentu benar tentang GC.Demikian juga dengan Susan (Notoyudan) yang aktif sejak tahun 1996.”Banyak hal yang luar biasa.Tambah ilmu dan persaudaraan yang hebat.Itu yang membuatku bertahan sampai sekarang.GC I love U Full”,katanya bersemangat.Tantri (Tegalrejo 3) mengungkapkan ketertarikannya dengan GC karena keluarganya sejak dulu juga aktif di GC.”Sudah turun-temurun,dan bisa jadi ajang belajar nyanyi lho”,ungkapnya.
Bagi umat yang ingin bergabung,”Ayo”,jangan sungkan dan ragu.Langsung saja datang pada saat latihan di panti kor gereja.Setiap hari Jumat pukul 18.30 WIB(jika banyak tugas ditambah hari Selasa dan Minggu).Tidak ada kriteria khusus apalagi “audisi” untuk jadi anggota GC.Yang penting ada niat dan keinginan untuk belajar bersama.Pasti akan selalu diterima dengan tangan terbuka.Mari bersama melayani sesama dan Tuhan lewat nyanyian.Mari belajar dan berkarya bersama di dalam namaNya.Berkah Dalem Kristus.(agt)
Langganan:
Postingan (Atom)
